Keunikan Seni Tari Piring : Sejarah dan Asalnya

Meta Deskripsi:

Seni tari Piring Minangkabau sudah ada sejak abad ke-12 dan saat ini sudah sangat populer sebagai tarian tradisional untuk acara-acara besar.

Ragam kesenian dan budaya di Indonesia menjadi salah satu kekayaan yang tidak ternilai harganya. Setiap daerah memiliki kesenian khas masing-masing yang unik dan berbeda satu dengan yang lain. Salah satunya adalah seni tari Piring yang unik dan penuh makna.

Anda pasti sudah pernah menyaksikan tarian tersebut di televisi atau di media online. Dengan membawa dua piring kecil di tangan, gerakan para penari terlihat unik dan menakjubkan. Agar lebih mengenal seni tradisional tersebut, Anda bisa mengikuti ulasannya berikut ini.

Keunikan Seni Tari Tradisional Piring

Jika Anda menyaksikan pertunjukan tari tradisional Piring, maka akan menemukan banyak keunikan di dalamnya. Seperti pada penjelasan di bawah ini:

·       Menampilkan Gerakan yang Unik

Salah satu keunikan yang akan membuat Anda terhibur dan takjub adalah gerakan tariannya yang unik karena penari membawa dua buah piring dan mengayunkannya sesuai irama musik yang mengiringi. Meskipun lincah bergerak, namun piring yang dibawa tidak jatuh selama tarian dilakukan.

·       Penari Harus Berjumlah Ganjil

Untuk melakukan tarian tradisional ini ada ketentuan yang berlaku terkait jumlah penari, yaitu harus ganjil dengan minimal terdiri dari 3 penari. Penari bisa berjumlah 5 atau 7 orang namun tidak ada keterangan pasti mengapa harus ganjil. Banyak yang menganggapnya berkaitan dengan hal mistis.

·       Kostum Tari Bernuansa Merah dan Gold

Kostum yang digunakan dalam membawakan tari Piring biasanya bernuansa merah dan gold. Nuansa warna tersebut mampu memberikan kesan yang lebih mewah, apalagi desain dan motifnya juga sangat elegan.

·       Atraksi Menari di Atas Pecahan Piring

Pola lantai yang digunakan dalam tarian Piring sangat unik karena penari akan mengikuti irama musik dari yang awalnya pelan menjadi cepat dan dinamis. Selain piring yang dibawa tidak jatuh, ada pula atraksi menari di atas pecahan piring tanpa menimbulkan luka sedikitpun.

·       Suara Dentingan Piring dan Cincin

Keunikan lainnya adalah suara dentingan piring dan cincin yang dikenakan oleh para penari. Dengan gerakan-gerakan khusus yang dilakukan, hal itu mampu menciptakan suara dentingan yang unik sehingga menambah daya tarik dalam tarian.

Sejarah Seni Tari Piring

Tari Piring merupakan seni tari yang berkembang pada zaman abad ke-12. Dengan demikian maka jenis tarian ini sudah ada ketika masyarakat setempat masih mempercayai keberadaan dewa-dewa. Tarian tersebut konon diciptakan sebagai bentuk persembahan dan rasa syukur akan hasil panen.

Selain melakukan tarian Piring, masyarakat setempat akan membawa sesaji yang diletakkan dalam piring dengan gerakan langkah yang teratur dan dinamis. Namun setelah kedatangan agama Islam, tarian Piring dijadikan sebagai sarana hiburan dalam berbagai acara seperti pernikahan.

Jenis tari ini kemudian dipopulerkan Huriah Adam dan menjadi salah satu tarian tradisional yang banyak ditampilkan ketika menyambut tamu kehormatan. Tarian ini juga menjadi sarana hiburan dalam berbagai acara atau event kebudayaan dan pariwisata.

Asal Seni Tari Piring

Kesenian tari Piring berasal dari daerah Minangkabau atau dari Solok, Sumatera Barat. Gerakan yang dilakukan dalam tarian ini diambil dari beberapa gerakan silat khas Minangkabau yang dikenal dengan istilah silek.

Dalam melakukan tarian, biasanya akan diiringi dengan musik tradisional Sumatera Barat yang disebut Talempong dan Saluang. Kesenian tari Piring Minangkabau dilakukan dengan gerakan yang lincah mengikuti irama musik, sehingga tarian ini terlihat sangat memukau.

Seni tari Piring sudah sangat populer dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya. Dengan gerakan yang dinamis dan unik, siapapun akan terpukau saat menyaksikan tarian tersebut secara langsung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *