Keunikan Seni Tari Gantar : Sejarah dan Asalnya

Meta Deskripsi:

Seni tari Gantar, sebuah kesenian tari tradisional asal Kalimantan Barat yang memiliki makna suka cita dan menjadi salah satu aset budaya yang wajib dilestarikan.

Dari sekian banyak kekayaan budaya khas nusantara, ada seni tari Gantar yang menyajikan keindahan dan keunikan tersendiri di dalamnya. Kesenian tari yang satu ini termasuk jenis tarian pergaulan dan lazim ditampilkan dalam berbagai acara adat dan acara besar lainnya.

Tidak jarang tarian Gentar dijadikan sebagai tarian untuk menyambut tamu kehormatan yang datang. Tarian Gantar sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang dan lekat dengan mitos yang beredar di masyarakat. Untuk lebih mengenal tarian Gantar, langsung saja ikuti informasinya di bawah ini.

Keunikan Seni Tari Gantar

Setiap kesenian tari tradisional pasti memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, demikian juga dengan tari Gantar yang memiliki beberapa keunikan seperti berikut ini:

·       Terdiri dari 3 Jenis Tarian

Pada awalnya tarian ini terdiri dari 3 jenis tarian. Yaitu Gantar Rayatn yang menggunakan satu properti berupa tongkat panjang dengan hiasan tengkorak manusia di ujungnya yang dibungkus kain merah, Gantar Busai dengan properti bambu yang diisi biji-bijian serta Gantar Senak dan Kusak.

·       Lekat dengan Mitos Negeri Dewa Nayu

Banyak yang mengaitkan tarian Gantar dengan mitos Negeri Dewa Nayu yang mengisahkan bahwa dahulu di negeri tersebut ada dua remaja putri yang membalas dendam kepada ayah tirinya karena telah membunuh ayah kandung mereka demi bisa menikahi ibunya.

  • Menggunakan Properti Tongkat Panjang

Gantar bisa diartikan sebagai tongkat yang dalam hal ini sebenarnya merupakan sumpit serta kusak atau sepotong bambu. Ada yang beranggapan bahwa tarian tersebut merupakan tarian untuk pesta tanam padi sehingga gerakannya melambangkan gerakan seperti orang sedang menanam padi.

·       Kostum Tari yang Unik

Keunikan lainnya bisa dilihat dari kostum tari yang digunakan oleh para penari. Biasanya kostum yang digunakan adalah kain tenun berbentuk rompi yang berasal dari serat Doyo. Sementara pada bagian bawah menggunakan Ta’ah atau jenis kain sela dengan hiasan kain yang berwarna-warni.

Sejarah Seni Tari Gantar

Sejarah tari Gantar tidak terlepas dari mitos yang banyak beredar di kehidupan masyarakat setempat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tarian ini konon diciptakan sebagai bentuk suka cita atas keberhasilan dua gadis remaja di dunia dewa yang membunuh ayah tirinya karena dendam masa lalu.

Namun hal itu diketahui oleh manusia bernama Kilip yang diminta untuk menjaga rahasia tersebut. Kilip menyanggupi dengan syarat diajari tarian suka cita tersebut. Akhirnya Kilip diberikan tongkat atau gantar dan sepotong bambu untuk menarikan tarian tersebut.

Sementara versi lainnya mengatakan bahwa tarian Gantar merupakan sebuah tarian perayaan pesta tanam padi. Dalam tarian biasanya menggunakan tongkat dan bambu yang fungsinya untuk melubangi tanah dan menanam benih padi. Tarian dilakukan sebagai harapan agar hasil panen melimpah.

Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa tarian tersebut merupakan tari sakral yang hanya boleh dilakukan untuk menyambut pahlawan dari medan perang. Adapun properti yang digunakan adalah tongkat dengan hiasan tengkorak musuh.

Asal Tari Gantar

Setelah mengetahui keunikan dan sejarah tarian Gantar, pasti Anda penasaran dengan daerah asal tarian tersebut. Sebagai informasi, tari Gantar berasal dari Kalimantan Timur. Tarian ini biasanya dilakukan oleh Suku Dayak Benuaq dan Suku Dayak Tunjung.

Tari Gantar sendiri sangat populer di wilayah tersebut, khususnya di Kabupaten Kutai Barat. Bahkan tarian juga sering ditampilkan untuk penyambutan tamu. Tidak jarang penari mengajak para tamu untuk ikut serta dan menari bersama.

Seni tari Gantar termasuk salah satu kekayaan budaya daerah yang berasal dari Kalimantan Timur. Dengan beberapa keunikan yang ada di dalamnya, tarian ini menyajikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan tamu yang datang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *